...
Video sekelompok anak yang
menutup telinga saat menunggu antrian vaksin. Kabar yang beredar
ternyata anak-anak tersebut merupakan santri penghafal Al Qur’an. Beragam reaksi
menanggapi video tersebut, ada yang menyalahkan ada juga yang membela mereka. Pendapat
saya reaksi ini kelanjutan dari beberapa waktu yang lalu ada seorang mantan
anggota grup band yang mengungkapkan kalau sekarang ia berpendapat kalau musik
itu haram.
Sebagai orang yang pernah berada dilingkungan sekolah islam
saya sedikit merasa resah. Mungkin akan muncul pertanyaan, apakah saya berpendapat
musik itu haram ? jawaban saya tidak. Dari dulu saya diajarkan, kalau urusan
hubungan dengan Allah Swt, cari dalilnya. Berbeda kalau itu urusan dunia, cari
ada atau tidak larangannya. Kembali soal musik, itu urusan dunia, sejauh ini
saya tidak pernah menemukan ada larangan soal itu. Mungkin karena keterbatasan
ilmu saya. Dalam keyakinan saya musik akan bisa menjadi haram, kalau musik
menyebabkan hal buruk yang lain. Misal karena musik kita lupa waktu dan
melupakan solat, atau musik yang penyanyinya menunjukkan aurat.
Kemudian apakah yang saya yakini paling benar ? Wallahua’alam
Berbeda pendapat adalah suatu kepastian. Hal tersebut tidak
selalu membuktikan bahwa kita akan terpecahbelah. Masih bisa kita berjalan
beriringan walau apa yang kita yakini berbepa. Akan menjadi masalah ketika
merasa paling benar dan orang lain asti
salah. Zaman Rasulullah para sahabat juga pernah berbeda pendapat saat
bagaimana memperlakukan suatu tawanan perang. Apakah karena berbepa pendapat mereka jadi
bermusuhan dan merasa paling benar ? tentu tidak.
Kalau soal santri yang menutup teingan saat mendengar Al
Quran, saya tidak mempermaslahkan. Itu adalah hal yang mereka yakini. Meskipun hafalan
saya tidak terlalu banyak, saya merasa kalau musik atau hal yang lain yang
lebih banyak mudharatnya itu mempengaruhi hafalan. Guru saya mengajarkan,
semakin banyak melakuka hal tidak bergun hafalan Al quran semakin susah juga. Menghafal
Al Quran itu bisa jadi sulit, tetapi menjaga hafalan Al Quran itu lebih sulit.
Perbedaan itu pasti ada, kita tidak perlu memaksakan semua
orang sama dengan kita. Latarbelakang, tempat pendidikan, lingkungan keluarga,
dan banyak hal lain mempengaruhi apa yang diyakini seseorang. Toh mereka tidak
membuat dampak buruk bagi orang lain.
Komentar
Posting Komentar