Bisa dibilang saya adalah orang yang sangat suka menonton
pertandingan olahraga. Dua olahraga yang paling saya ikuti perkembangannya
adalah sepakbola dan bulutangkis. Mengutip survei yang dilakukan oleh Nielsen Sport pada tahun 2020,
Bulutangkis dan Sepakbola menjadi olahraga paling populer di Indonesia.
Bulutangkis menempati urutan pertama dengan 71 % dan disusul sepakbola dengan
presentase 68 %. Hal ini saya rasa akan diakui oleh semua orang di Indonesia.
Source : https://twitter.com/nielsensports/status/1301161725710995484/photo/1 |
Sepakbola menjadi olahraga yang sangat digilai di Indonesia,
kita bisa melihat stadion-stadion di Indonesia akan selalu dipenuhi disetiap
laganya. Fanatisme menjadi sesuatu hal yang melekat dan diakui kawasan asia
bahkan dunia. Setiap klub punya basis pennggemar yang beragam, dengan identitas
cara berbagai macam dukungan. Mulai dari koreo hingga chant yang akan kita dengar dan lihat disetiap pertandingan. Michael
Essien, mantan pemain Real Madrid dan Chelsea yang pernah semusim membela Persib
Bandung mengakui bahwa suporte Indonesia sangat fanatik dan mencintai klubnya.
Soal bulutangkis yang menjadi olahraga terpopuler juga tidak membuat terkejut. Bulutangkis sudah menjadi olahraga masyarakat yang setiap sore di depan rumah bisa kita temui ayah dan anak bermain bersama. Kita juga tau semakin maraknya gedung-gedung bulutanngkis yang ada di setiap daerah. Asumsi saya kepopuleran bukutangkis tidak terlepas dari prestasi yang sudah dicapai.
Mari
kita lihat dari ajang olahraga paling bergengsi di seantero dunia, Olimpiade. Hanya
ada 3 cabang olahraga yang pernah mempersembahkan medali untuk Indonesia
Panahan, Angkat Besi, dan Bulutangkis. Tiga cabang tersebut hanya ada satu yang
mempersembahkan emas, tak lain Bulutangkis. Melihat hal ini menjadi kewajaran
kalau bulutangkis sangat populer di Indonesia. Seolah hal yang bisa kita
banggakan di kancah Internasional dan penyelamat muka Indonesia. Belum terlupakan
dibenak kita bulan Agustus yang lalu, gegap gempita ketia ganda putri
Indonesia, greysia i Polli dan Apriyani Rahayu, berhasil membawa emas Olimpiade
Tokyo 2020. Semua lapisan bersorak merayakan, perbedaan seolah hilang, dan duka yang terjadi karena pandemi sedikit
terobati.
Tulisan ini saya buat setelah kegagalan Indonesia melaju ke
semifinal Piala Sudirman, setelah kalah 3-2 dari malaysia. Ada hal yang membuat saya cukup merenugnkan
suaatu hal, bagaimana kita dikecewakan oleh fanatisme dua olahraga populer ini ?
Bersambung part 2......
Komentar
Posting Komentar