HARAPAN DAN LUKA 2010

Piala AFF 2010 akan selalu jadi menjadi cerita membekas bagi saya. Baru tahun itu saya mulai mengikuti sepak terjang persepakbolaan yang ada di Indonesia, terutama timnas. Saya ingat umur saya waktu itu sudah 12 tahun. Setiap pertandingan waktu itu saya tonton bersama dengan bapak saya. Diumur yang terbilang masih kecil saya tentu punya mimpi sendiri untuk melihat timnas juara, meskipun saya waktu itu juga belum banyak mengerti kiprah timnas Indonesia di turnamen-turnamen sebelumnya. Ditambah cukup banyak pemain Persib Bandung yang masuk timnas pada saat itu, kebetulan saat itu saya sedang senang denga klub berjuluk Maung Bandung.

    Sebagai anak kecil yang menonton lewat layar kaca, atmosfer Gelora Bung Karno selalu teringat hingga sekarang. Lautan manusia berwarna merah, pernak-pernik unik yang dipakai oleh suporter, hingga koreo gelombang yang dilakukan penonton yang datag. Terlebih saat menyanyikan Indonesia Raya, saya selalu tidak ingin kehilangan momen ini. Saya lebih memilih kehilangan beberapa menit pertandingan daripada kehilangan saat Indonesia Raya berkumandang. 

    Permainan timnas cukup menyenangkan untuk dilihat. Menyenangkan melihat Okto Maniani bermain disayap. Ketajaman Gonzales waktu itu sangat membekas hingga sekarang, dua golnya kegawang Filiphina disemifinal tentunya yang paling diingat. Goyangan Irfan Bachdim setelah menceta gol juga salah satu yang paling ikonik. Bachdim yang menjadi idola baru timnas Indonesia, bahkan waktu itu juga banyak yang mengatakan banyak fans timnas khususnya yang perempuan menggandrungi wajah tampannya.

     Laga final seolah menjadi puncak dari laga-laga sebelumnya. Tidak bisa dipungkiri, hasil selama penyisihan grup sampai semifinal membuat harapan saya sebagai anak kecil memuncak. Sudah yakin saat akan itu akan juara waktu itu. Harapan sebagai anak kecil waktu itu berubah di laga pertama final di Bukit Jalil. Tidak menyangka bakal kalah 3-0 waktu itu, ditambah drama laser yang membuat semakin tegang saja menonton waktu itu. Harapan buat juara sudah benar-benar hilang, waktu melihat Safee Sale mencetak gol dan Indonesia gagal penalti. Hampir menangis waktu itu, tapi apa boleh buat, kita belum bisa juara untuk edisi 2010.

    Meskipun hingga saat ini saya belum pernah melihat timnas di stadion, saya tidak pernah melewatkan momen untuk menonton timnas lewat layar kaca. Saya dan seluruh rakyat Indonesia tentunya masih menunggu momen timnas juara. sebuah momen yang saya yakin akan menjadi hal paling mengahrukan selama mendukung timnas. Ada seorang pendukung timnas pernah punya harapan ingin setidaknya sebelum ia mati bisa melihat setidaknya sekali timnas mengangkat piala.

Komentar